• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

Thursday, May 30, 2019

REKOR BAGUS EMERY TIDAK MAMPU SELAMATKAN ARSENAL


Arsenal punya harapan besar untuk bisa mengakhiri peruntungan buruknya di pentas Eropa saat melaju ke final Liga Europa musim 2018/19 ini. Harapan itu cukup besar karena ada Unai Emery di kursi manajer.

Unai Emery bukan pelatih bisa. Dia punya karir yang gemilang, terutama saat berlaga di ajang Liga Europa. Pria asal Spanyol tersebut mampu meraih gelar juara Liga Europa sepanjang karir kepelatihannya.

Unai Emery menjadi juara Liga Europa saat masih melatih Sevilla. Tiga gelar juara beruntun diraih pada musim 2013/14, 2014/15 dan 2015/16 yang lalu. Pencapaian itu adalah sebuah rekor, hanya Emery yang bisa melakukannya.

Nah, tidak heran jika kemudian fans Arsenal punya harapan besar untuk jadi juara di Liga Europa musim ini. Namun, harapan memang tidak selalu berbanding lurus dengan kenyataan. Arsenal kembali menuai kecewa.

Pada laga final yang digelar di Stadion Olimpia Baku, Kamis (30/5/2019) dini hari WIB, Arsenal kalah dengan skor 4-1. Arsenal gagal juara dan dipastikan gagal lolos ke Liga Champions musim depan.

Unai Emery, yang punta rekor perkasa di Liga Europa, bahkan tidak mampu mengubah peruntungan buruk Arsenal di pentas Eropa. Arsenal untuk keempat kalinya gagal menjadi juara meski melaju ke final komptisi Eropa.

Dalam 25 tahun terakhir, Arsenal mampu lolos ke empat laga final kompetisi di Eropa. Baik itu pada ajang Liga Europa, Liga Champions maupun kompetisi mayor lainnya. Cerita ini dimulai pada tahun 1995 yang lalu.

baca juga : MESSI INGIN ENAM PEMAIN BARCA DIJUAL SEGERA

Pada tahun 1995, Arsenal melaju ke final UEFA Cup [sekarang bernama Liga Europa]. Arsenal berjumpa tim asal Spanyol, Real Zaragoza pada laga final di Parc des Princes. Tony Adams dan kawan-kawan kalah dengan skor 1-2 dari Zaragoza.

Lima tahun berselang, Arsenal kembali ke final UEFA Cup. Kali ini, The Gunners berjumpa Galatasaray pada laga di Parken Stadium. Arsenal yang kala itu sudah dilatih Arsene Wenger bermain imbang 0-0 pada waktu normal dengan Galatasaray.

Arsenal akhirnya kalah lewat babak adu penalti. Davor Suker dan Patrick Vieira gagal menjalankan tugas di babak adu penalti. Arsenal kalah dengan skor 4-1.

Selanjutnya, Arsenal kalah dengan skor 2-1 atas Barcelona pada laga final Liga Champions tahun 2006. Ketika itu, Arsenal harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-18 pasca kiper Jens Lehman mendapat kartu merah pada menit ke-18.

Tapi, Arsenal mampu unggul lebih dulu dari gol Sol Campbell pada menit ke-37. Namun, Arsenal babak belur di babak kedua. Gol dari Samuel Eto'o dan Juliano Belletti memberi kekalahan pada Arsenal dengan skor 2-1.

Dan, nasib buruk Arsenal pada laga final kembali terjadi di ajang Liga Europa musim 2018/19.
Share:

MESSI INGIN ENAM PEMAIN BARCA DIJUAL SEGERA



Kekalahan Barcelona atas Valencia pada laga final Copa del Rey disebut telah membuat Lionel Messi begitu kecewa. Dia pun sampai menggelar rapat khusus untuk membahas kelangsungan tim pada musim depan.

Barcelona memainkan final Copa del Rey akhir pekan lalu. Blaugrana berjumpa Valencia pada laga di Benito Villamarin. Hasilnya, Barcelona kalah dengan skor 2-1. Barca gagal mempertahankan gelar yang diraih empat musim terakhir.

Dua gol Valencia dicetak oleh Kevin Gameiro dan Rodrigo Moreno pada babak pertama. Sementara, gol hiburan Barcelona dicetak Lionel Messi pada menit ke-73.

Dikutip dari Diario AS, Lionel Messi dan beberapa pemain senior klub asal Catalan tersebut begitu kecewa dengan kekalahan itu. Dipimpin oleh Messi, pasca laga digelar rapat darurat di bus tim Barcelona.

Tiga pemain hadir dalam rapat darurat itu. Selain Messi, ada juga Gerard Pique dan Luis Suarez. Mereka bertiga tetap berada di dalam bus, saat pemain lain sudah turun di Bandara Sevilla untuk naik pesawat menuju Catalan.

Messi, Pique dan Suarez meminta waktu selama 20 menit untuk menggelar pertemuan darurat.

simak juga : GENNARO GATTUSO TINGGALKAN AC MILAN

Dalam pertemuan darurat tersebut, Messi menyampaikan bahwa perlu ada perombakan besar-besaran dari skuat Barcelona pada musim 2018/19. La Pulga tidak puas dengan performa beberapa pemain, yang awalnya jadi pemain kunci di klub.

Ivan Rakitic masuk dalam daftar pemain yang ingin didepak oleh Messi. Sebab, Messi kecewa karena menilai Rakitic tidak lagi fokus bermain untuk Barca. Dia kini lebih sibuk dengan urusan gosip transfernya ke klub lain.

Sang kapten juga mulai kehabisan rasa sabar pada Philippe Coutinho yang tidak kunjung menampilkan performa terbaiknya.

Selain itu, Messi juga menilai nama-nama seperti Sergi Roberto, Nelson Semedo, Artur, dan Kevin-Prince Boateng tidak pantas untuk berada di skuat Barcelona. Sebab, mereka tidak mampu menunjukkan peningkatan performa yang signifikan.

Meskipun sukses menjadi juara La Liga, musim 2018/19 secara umum akan tetap terasa hampa bagi Lionel Messi. Sebab, dia gagal mencapai target utamanya yakni gelar juara Liga Champions. Barca tersingkir pada babak semifinal dari Liverpool.
Share:

Wednesday, May 29, 2019

GENNARO GATTUSO TINGGALKAN AC MILAN



AC Milan dipastikan akan sibuk mencari pelatih baru di sepanjang musim panas ini. Baru-baru ini, klub raksasa Italia tersebut memilih untuk memutus hubungan kerja sama dengan sang legenda klub, Gennaro Gattuso.

Pria yang kerap dipanggil dengan nama 'Rino' itu diangkat sebagai pelatih tetap Milan di pertengahan musim 2017/2018 lalu. Ia didapuk sebagai pengganti Vincenzo Montella yang dianggap gagal memenuhi harapan penggemar serta manajemen.

Pada musim ini, tangan dingin serta racikan strateginya diharapkan bisa menghasilkan satu tiket ke Liga Champions musim depan. Namun sayangnya, sosok berumur 47 tahun tersebut gagal mewujudkan impian tersebut.

Sejatinya, rumor mengenai pemecatan Gattuso telah tersiar sejak awal musim ini. Serangkaian hasil buruk membuat Rossoneri diyakini akan kesulitan untuk mengakhiri kompetisi dengan bertengger di empat besar klasemen Serie A.

Harapan sempat timbul setelah kedatangan Krzysztof Piatek dan Lucas Paqueta pada bulan Januari lalu memberikan hasil positif. Rossoneri bahkan sempat bertengger di peringkat empat selama beberapa pekan.

Sayangnya, mereka kembali ditubrukkan dengan masalah konsistensi. Mulai pertengahan bulan Maret hingga akhir April, Rossoneri hanya mampu meraih dua kemenangan dari tujuh pertandingan di ajang Serie A. Alhasil, mereka terdepak dari empat besar.

baca juga : ARSENAL MEMASANG NAMA MKHITARYAN DALAM DAFTAR JUALNYA

Sejumlah rumor menyebutkan bahwa Milan akan memecat Gattuso usai laga pekan terakhir Serie A. Benar, melalui situs resminya, Milan mengumumkan bahwa Gattuso tidak akan mendampingi tim di sisi lapangan per musim 2019/2020 nanti.

"AC Milan berterima kasih kepada kepemimpinan Gennaro Gattuso dalam 18 bulan terakhir. Seorang legenda sejati Rossoneri, Gennaro mengisi peran itu dalam masa sulit klub dan tampil mengagumkan, mempersembahkan total poin tertinggi klub sejak 2012/2013," tulis pengumuman Milan di situs resminya.

Ivan Gazidis selaku CEO AC Milan juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Gattuso. Meskipun keduanya baru bekerja sama di San Siro per bulan Desember 2018 lalu.

"Rino telah memberikan segalanya pada musim ini, bekerja tanpa lelah, selalu bertanggung jawab secara penuh, mementingkan klub di atas segala pertimbangan. Dari lubuk hati terdalam, saya ingin mengucapkan terima kasih, Rino," tutur Gazidis.
Share:

Tuesday, May 28, 2019

ARSENAL MEMASANG NAMA MKHITARYAN DALAM DAFTAR JUALNYA


Perjalanan Henrikh Mkhitaryan bersama Arsenal nampaknya akan berakhir di musim panas nanti. Tim asal London Utara itu diberitakan akan menjual playmaker Armenia itu di musim panas nanti.

Mkhitaryan sendiri pertama kali bergabung dengan Arsenal di bulan Januari 2018 silam. Ia menjadi bagian dari transfer Alexis Sanchez ke Manchester United.

Selama satu setengah tahun terakhir, Mkhitaryan memang kesulitan menembus tim utama Arsenal. Ia tercatat hanya 19 kali menjadi starter di skuat Arsenal musim ini.

Dilansir The Sun, Mkhitaryan nampaknya harus mencari klub baru di musim panas nanti. Pasalnya Arsenal berencana untuk menjualnya di musim panas nanti.

Menurut sumber terpercaya dari dalam klub, alasan pertama Arsenal akan menjual Mkhitaryan di musim panas nanti karena ia tidak cocok dengan skema yang diterapkan Unai Emery.

Emery disebut sudah mencoba untuk memainkan Mkhitaryan dalam konsep permainannya, namun pemain 30 tahun itu kesulitan untuk menerapkan ide sang pelatih. Alhasil Emery menilai sang pemain bakal sulit berkontribusi bagi timnya musim depan.

simak juga : SUKSESKAH MUSIM PERTAMA RONALDO BERSAMA JUVENTUS?

Mengingat Arsenal memiliki target yang cukup besar di musim depan, Emery butuh pemain yang bisa menerapkan idenya. Untuk itu pemain seperti Mkhitaryan akan disingkirkan.

Laporan itu mengklaim penjualan Mkhitaryan juga ditengarai karena Arsenal membutuhkan dana belanja di musim panas nanti.

Sebelumnya Arsenal diberitakan hanya mendapatkan dana belanja yang terbatas di musim panas nanti. Pemilik mereka, Stan Kroenke disebut hanya mengucurkan dana 45 juta pounds bagi Unai Emery untuk berbelanja.

Emery menilai uang tersebut tidak cukup untuk mendatangkan pemain-pemain yang ia inginkan, sehingga ia harus menambah dana belanja mereka dengan cara menjual pemain-pemain yang dianggap surplus di tim mereka, salah satunya adalah Mkhitaryan.
Share:

Sunday, May 26, 2019

SUKSESKAH MUSIM PERTAMA RONALDO BERSAMA JUVENTUS?


Cristiano Ronaldo telah menuntaskan musim penuh pertamanya bersama Juventus. Dia datang untuk menambahkan trofi Serie A pada koleksi trofi dalam kariernya yang gemilang. Ronaldo sukses menjadi juara.

Rasa-rasanya sedikit naif apabila menilai kedatangan Ronaldo berpengaruh pada kesuksesan Juve di Serie A. Bagaimanapun, Juve tetaplah Juve. Tanpa Ronaldo pun, Si Nyonya Tua tetap tak akan terkalahkan. Dominasi Juve masih sulit dihentikan.

Artinya, menilai sukses-tidaknya Ronaldo lebih tepat dengan tolok ukur Liga Champions, trofi yang selalu diidam-idamkan Juve. Ronaldo didatangkan Juve demi Liga Champions, semua orang sudah memahami itu. Sayangnya, dia belum berhasil.

Keajaiban Ronaldo telah terbukti ketika dia mencetak hattrick untuk menyingkitkan Atletico Madrid di 16 besar. Namun, sehebat-hebatnya Ronaldo tetap tidak bisa memenangkan pertandingan seorang diri, keajaibannya luntur di perempat final, Juve disingkirkan Ajax.

Biarpun demikian, musim ini tak bisa dibilang buruk untuk Ronaldo. Mungkin bisa dinilai sebagai musim buruk Juventus, tetapi tidak untuk kapten Portugal itu. Ya, sebagai pemain yang mendekati senja kariernya, Ronaldo masih saja moncer.

Ronaldo memang tak menutup musim sebagai top scorer Serie A dan tidak layak mendapatkan penghargaan pemain terbaik. Namun, untuk pemain berusia 34 tahun, mencetak 27 gol di semua kompetisi bukanlah tugas mudah.

Bagaimanapun, musim ini adalah musim yang tak terlalu baik, dan Ronaldo seharusnya bisa tampil lebih baik lagi. Alangkah baiknya menambahkan konteks pada penilaian kali ini, misalnya apa yang bisa dilakukan pemain-pemain lain di usia seperti Ronaldo.

baca juga : ARSENAL MENYATAKAN KETERTARIKANNYA TERHADAP RYAN FRASER

Di musim pertamanya bersama Real Madrid, Ronaldo sukses membungkus 33 gol di semua kompetisi. Lalu, di musim pertamanya bersama Juventus, dia telah mencetak 27 gol, dan jika saja gaya bermain Massimiliano Allegri sedikit lebih agresif, dia bisa saja mencetak 30 gol dengan mudah.

Artinya, selisih torehan Ronaldo tak terlalu besar, padahal dia bergabung dengan Madrid di usia 24 tahun, dan hengkang ke Turin di usia 33 tahun. Ronaldo belum melambat.

Bersama Madrid, cara bermain tim menguntungkan dia. Madrid bermain pragmatis dengan taktik yang jelas. Ada banyak pemain cepat di sekitarnya yang bisa membantu Ronaldo untuk lebih mendekati gawang lawan dan mencetak banyak gol.

Di Juventus, dengan mengabaikan usia, Ronaldo harus lebih banyak terlibat dalam urusan membangun serangan. Mungkin ini bukan alasan mengapa Ronaldo sulit mencetak gol, tetapi setidaknya ini mengindikasikan bagaimana seharusnya Ronaldo dimainkan.

Ronaldo memang bisa tampil baik saat membantu rekan-rekannya membangun serangan, tetapi bukankah itu berarti menyia-nyiakan kemampuan utama Ronaldo?

Kesalahan kecil itulah yang mungkin menyebabkan mundurnya Massimiliano Allegri. Ketika mendatangkan pemain sehebat Ronaldo, mau tak mau tim harus menyesuaikan diri juga membentuk diri untuk bisa berjalan seirama dengan sang peman top.

Sejauh ini, belum jelas siapa yang bakal jadi pelatih anyar Juventus pasca mundurnya Massimiliano Allegri. Namun, jelas peran Cristiano Ronaldo bakal berubah. Apabila Juve ingin memaksimalkan potensi Ronaldo, alangkah baiknya memainkan dia sebagai ujung tombak dalam gaya bermain pragmatis.
Share:

Saturday, May 25, 2019

ARSENAL MENYATAKAN KETERTARIKANNYA TERHADAP RYAN FRASER



Klub Premier League, Arsenal akhirnya mengambil langkah konkret untuk mendatangkan Ryan Fraser. The Gunners dikabarkan sudah mengirimkan tawaran perdana mereka kepada Bournemouth untuk mendapatkan sang winger.

Fraser bisa dikatakan menjadi salah satu pemain paling mengejutkan di Inggris pada musim ini. Bersama Bournemouth, ia berhasil membuat 7 gol dan 14 assist sepanjang musim, di mana perolehan assistnya itu merupakan yang terbanyak kedua di EPL musim ini setelah Eden Hazard.

Winger 25 tahun itu dikabarkan menarik perhatian Unai Emery. Pelatih Arsenal itu merasa bahwa Fraser bakal cocok untuk memperkuat lini serang mereka musim depan.

Dilansir The Independent, Arsenal akhirnya mulai bergerak untuk mendapatkan Fraser. Mereka disebut sudah mengajukan tawaran perdana mereka untuk sang winger.

Menurut laporan tersebut, pihak Arsenal sudah menghubungi agen Fraser. Pihak sang pemain dikabarkan tertarik untuk membela Arsenal sehingga The Gunners kini harus menghadap Bournemouth untuk mengesahkan transfer ini.

simak juga : TARGET TRANSFER MASA LAMPAU MILIK FERGUSON TERKUAK

Laporan tersebut mengklaim bahwa Arsenal sudah mengirimkan tawaran perdana mereka ke Bournemouth. Mereka disebut menawar sang pemain di angka 20 juta pounds.

Mereka meyakini bahwa angka ini cukup untuk membawa sang winger keluar dari Vitality Stadium, sehingga mereka kini menunggu respon dari pihak Bournemouth.

Laporan tersebut mengklaim bahwa pihak Bournemouth kemungkinan besar akan menerima tawaran dari Arsenal tersebut. Pasalnya mereka berada di posisi yang sulit untuk mempertahankan sang winger.

Kontrak Fraser di Bournemouth berakhir di musim panas tahun 2020. Sang winger diberitakan sudah beberapa kali menolak tawaran untuk memperpanjang kontrak di Vitality Stadium.

Alhasil manajemen Bournemouth tidak punya opsi lain selain menjualnya di musim panas nanti. Untuk itu mereka ingin menego Arsenal agar tim asal London Utara itu bisa menaikkan tawarannya untuk sang winger.
Share:

Thursday, May 23, 2019

TARGET TRANSFER MASA LAMPAU MILIK FERGUSON TERKUAK


Pelatih legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson ternyata pernah ingin membeli pahlawan Manchester City, Vincent Kompany. Tepatnya adalah empat tahun sebelum Kompany gabung Manchester City.

Itu adalah data yang didapatkan dari sebuah dokumen daftar target transfer milik Fergie pada 2004. Dalam daftar tersebut menunjukkan bahwa salah satu buruan Fergie saat itu adalah Kompany yang saat itu bermain di Anderlecht.

Dalam bocoran itu, nama Kompany muncul di kolom 'target transfer' bersama dengan beberapa nama lain seperti Gabriel Heinze dan bintang Barcelona, Gerard Pique. Dua nama terakhir itu sendiri sukses didatangkan ke Old Trafford pada musim panas itu.

Namun nama Kompany gagal dalam perburuannya karena sang pemain bertahan di Anderlecht hingga musim panas 2006. Pada musim panas itu, Kompany menerima pinangan dari Hamburg SV senilai 8,8 juta poundsterling sebelum bergabung dengan Manchester City dua tahun kemudian yang kabarnya senilai 7 juta poundsterling.

Seandainya Kompany bergabung ke Manchester United pada 2004 silam dan bersinar, antara Manchester City dan United kemungkinan akan memiliki dekade yang sangat berbeda, dengan United juga sepertinya tidak mungkin mendatangkan Nemanja Vidic pada 2006.

baca juga : NI DIA RAHASIA RONALDO BISA SUKSES DI UNITED



Manchester City dan Kompany sendiri baru saja diumumkan berpisah setelah sang kapten membantu City meraih trofi keempat mereka, dua trofi Piala FA dan empat trofi Piala Liga. Kompany memutuskan kembali ke Anderlecht setelah berada di Etihad Stadium selama 11 tahun.

Selain nama Vincent Kompany, ada juga beberapa nama lain yang juga muncul sebagai target Fergie saat itu.

Di tempat lain dalam daftar, ada juga nama Alan Smith. Mantan penyerang timnas Inggris tersebut akhirnya juga merapat ke Manchester United di musim panas 2004.

Selain itu ada juga nama Nicky Butt dan Diego Forlan dalam daftar. Dua nama itu masuk di kolom 'kelebihan' dalam daftar milik Fergie. Pada akhirnya, di musim yang sama keduanya dijual dengan Forlan gabung ke Villarreal, sementara Butt gabung ke Newcastle United.

Di posisi kiper juga muncul nama yang sekarang sudah banyak dikenal. Ada nama kiper Burnley dan timnas Inggris, Tom Heaton yang saat itu masuk di dalam kolom 'Pemain muda potensial bersama dengan Phil Bardsley, Kieran Richardson dan juga Jonathan Spector.
Share:

INI DIA RAHASIA RONALDO BISA SUKSES DI UNITED


Cristiano Ronaldo mengawali karir di Benfica. Dia sudah menunjukkan bakat besarnya. Namun, harus diakui bahwa Manchester United lah yang mencetak Ronaldo hingga kemudian menjadi pemain terbaik dunia.

Semua berawal pada tahun 2003 silam, saat Ronaldo dibeli oleh Manchester United dari Benfica. United terpikat dengan aksi Ronaldo usai sebuah laga uji coba. Dengan aksi individunya, Ronaldo membuat lini belakang United kocar-kacir.

Ronaldo bergabung dengan United pada saat usianya baru 18 tahun. Pada awal karirnya, Ronaldo bermain di posisi sayap. Dia punya kemampuan yang baik dalam hal olah bola dan kecepatan saat menerobos pertahanan lawan.

Menurut Rene Meulensteen, eks asisten pelatih Manchester United, semua berawal dari kartu yang diterima Ronaldo pada laga keduanya bersama United pada musim 2003/04. Ronaldo mendapat kartu merah di laga melawan Aston Vila dan harus absen bermain dalam tiga pertandingan.

"Itu yang memberi saya peluang sempurna untuk mengerjakan beberapa hal dengan Ronaldo," buka Rene Meulensteen pada The Coaches Voice.

"Saya percaya bahwa dia adalah salah satu penyerang terbaik di usia yang sangat muda, Tapi, dia tidak cukup produktif saat itu. Kami ingin dia mencetak gol lebih banyak dan dia juga inginkan hal yang sama," imbuhnya.

simak juga : JUVENTUS INGINKAN MAURIZIO SARRI DI KURSI PELATIH

Rene Meulensteen bukan hanya memberi latihan ekstra untuk Ronaldo agar skill olah bolanya terasah. Tapi, dia juga memberikan kesadaran mental bagi pemain asal Portugal untuk menekankan kerja keras dan memiliki target dalam karir sepak bolanya.

"Tujuan saya adalah membawanya dari tahap menyadari menuju ke memahami. Dia harus mengetahui posisi dia berada dan target yang ingin dicapai. Itu tentang beberapa hal di luar lapangan," tandas Rene Meulensteen.

Rene Meulensteen menyebut Ronaldo bukan tipe pribadi yang anti kritik. Pemain yang kemudian bermain untuk Real Madrid dan Juventus tersebut sangat terbuka dengan saran dan kritik. Tentu jika itu adalah masukan yang positif.

"Kami bicara soal target yang ingin dicapai. Saya menjelaskan padanya bahwa orang yang punya target dan menyusun strategi dengan untuk menggapainya akan lebih sukses dari orang yang bilang 'saya ingin ke situ' dan hanya berharap yang terbaik."

"Ronaldo selalu menerima apa pun yang dia rasa bisa membawanya lebih dekat dengan apa target yang diinginkan," tutup Rene Meulensteen.

Ronaldo pindah dari United pada musim 2008/09 menuju Real Madrid. Sebelum pindah, dia memberikan gelar juara Liga Champions pada Setan Merah. Ronaldo juga sukses menyabet satu gelar Ballon d'Or dengan seragam United.
Share:

Tuesday, May 21, 2019

JUVENTUS INGINKAN MAURIZIO SARRI DI KURSI PELATIH


Juara Serie A, Juventus sudah menentukan pelatih mana yang ingin mereka gunakan jasanya musim depan. Tim asal Turin itu disebut menjadikan pelatih Chelsea, Maurizio Sarri sebagai prioritas manajer baru mereka musim depan.

Juventus memiliki pekerjaan rumah yang besar di musim panas nanti. Pasalnya mereka harus mencari pengganti Massimiliano Allegri yang memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya selaku juru taktik Juventus.

Tim berjuluk Bianconeri itu diberitakan sudah menghubungi beberapa manajer papan atas Eropa. Mereka disebut mulai melakukan proses seleksi internal mengenai siapa yang layak menjadi manajer mereka musim depan.

Dilansir Goal International, Juventus sudah menentukan daftar prioritas mereka untuk calon manajer mereka. Menurut laporan tersebut, pelatih yang menjadi incaran utama mereka adalah Maurizio Sarri.

Laporan itu mengklaim bahwa pertimbangan utama Juventus mendatangkan pelatih 60 tahun itu setelah melihat rekam jejaknya dalam dunia kepelatihan.

baca juga : MOURINHO DIRUMORKAN TUKANGI SALAH SATU KLUB SKOTLANDIA

Salah satu pencapaian terbaik dalam karir Sarri adalah saat ia menangani Napoli beberapa tahun yang lalu. Ia berhasil menjadikan I Partenopei sebagai penantang gelar serius bagi Juventus, di mana mereka sempat nyaris mengakhiri dominasi Si Nyonya Tua di Italia.

Manajemen Juventus dikabarkan sangat terkesan dengan kemampuan Sarri itu, sehingga mereka menilai Sarri bakal sukses besar dalam melatih tim mereka.

Laporan tersebut mengklaim bahwa Juventus sudah mulai bergerak untuk mendapatkan tanda tangan Sarri di musim panas nanti.

Mereka sudah menghubungi sang pelatih. Mereka juga sudah mengajukan proposal penawaran mereka agar Sarri menangani Cristiano Ronaldo dan kolega musim depan.

Sarri dikabarkan cukup tertarik dengan tawaran tersebut, terlebih setelah situasinya yang tengah berada dalam ancaman pecatan jika ia gagal memenangkan Liga Europa musim ini.
Share:

MOURINHO DIRUMORKAN TUKANGI SALAH SATU KLUB SKOTLANDIA



Eks penyerang Blackburn Rovers Chris Sutton mengklaim Jose Mourinho mendapat penawaran untuk melatih di Skotlandia dari Glasgow Celtic.

Mourinho saat ini sedang menganggur. Status itu didapatkannya sejak ia dipecat oleh Manchester United pada Desember 2018 lalu.

Untuk mengisi masa-masa menganggurnya, Mourinho sempat menjadi pandit. Setelah itu, Mourinho sudah mengatakan bahwa ia akan kembali melatih pada musim depan.

Akan tetapi, belum diketahui klub mana yang akan ia latih nantinya. Namun Mourinho sempat dikait-kaitkan dengan beberapa klub dari Ligue 1 alias Liga Prancis.

Celtic sendiri sebelumnya dilatih oleh Brendan Rodgers. Namun pada pertengahan musim kemarin, Rodgers memilih hengkang ke Leicester City.

Setelah itu, Celtic menunjuk Neil Lennon untuk mengisi pos pelatih yang ditinggalkan oleh Rodgers. Namun sampai akhir musim ini, raksasa Skotlandia itu belum mengambil sikap apapun terkait penunjukan pelatih permanen musim depan.

Lennon sendiri diragukan akan dipertahankan oleh Celtic. Sutton kemudian mengklaim bahwa klub tersebut sejatinya sedang mencari opsi terkait pelatih anyarnya musim depan.

simak juga : SIMONE INZAGHI DIRUMORKAN SEGERA GANTIKAN ALLEGRI

Sutton kemudian ditanya siapa pelatih yang ingin ia lihat menangani Celtic musim depan. Ia kemudian menyebut nama Massimiliano Allegri.

"Allegri dari Juventus. Tapi itu tak akan terjadi," cetusnya pada BT Sport.

"Sungguh sulit untuk berdiri di sini dan mengatakan siapa yang akan menjadi manajer Celtic berikutnya karena ini adalah sebuah pekerjaan yang besar," klaimnya.

Sutton juga mengatakan bahwa ia meyakini Celtic pasti sudah melakukan pendekatan kepada Mourinho. Namun sama seperti Allegri, ia yakin tactician asal Portugal itu mustahil datang ke Celtic Park.

“Akan ada banyak manajer untuk itu (jadi kandidat pelatih permanen)," ujar Sutton.

“Mourinho sering dikait-kaitkan dan saya dituntun untuk percaya bahwa ada sesuatu dalam hal ada penawaran baginya," cetusnya.

"Tapi mengapa ia mau mengambil pekerjaan Celtic? Saya tidak mengerti. Saya tidak tahu kepastiannya tapi ada tawaran," tegasnya.
Share:

Translate

Labels